Cinta itu indah
Saat kita senang atau saat susah
Tak pernah ku menyesal
Telah memilih dirimu
Dengan perbedaan yang ada
Namun kita masih bersama
Kadang aku yang selalu egois
Dan kamu yang slalu tak perduli..i..i..
Dengan sikapku yang tak mau tahu
Dan kamu yang tak bisa tuk mengalah
Oh cinta ini indah
Saat kita bersama
Tak perduli saat senang dan saat susah
Kita kan selalu menjaga
Oh cinta ini indah
Saat kita bersama
Dan bila bosan benci menghampiri
Cinta kan membawa kita kembali
Di satu lollipop love, lollipop love
It’s like a lollipop love, lollipop love
Satu dua kali kita pernah saling membenci
Ketiga empat kali kita juga saling tak bicara
Namun tak sanggup ku berlama-lama
Dengan hari-hari tanpa dirimu
Aku butuh teman untuk bicara
Dan kamu selalu ada tuk mendengar
Oh cinta ini indah
Saat kita bersama
Tak perduli saat senang dan saat susah
Kita kan selalu mencinta
Oh cinta ini indah
Saat kita bersama
Dan bila bosan benci menghampiri
Cinta kan membawa kita kembali
Di satu lollipop love, lollipop love
It’s like a lollipop love, lollipop love
Kadang merah kadang biru
Kadang hijau dan ungu
Berwarna warni cinta kita
It’s like a lollipop, lollipop love
It’s like a lollipop, lollipop love
(Lollipop Love, by Nina Tamam)
Yapp! that’s now becoming my new must-listen playlist since the lyric is just sooo me! I feel it, how this love can be described as a lollipop, with its colorful yet sweet taste, big round shaped, my love is just a lollipop !
For those who have run their relationship for years maybe feel the same emotion like what I feel now, love is in the air when you and your bf/gf stick together, cinta ini indah saat kita bersama tak peduli saat senang dan saat susah, kita kan slalu mencinta, no matter when you are sad or happy, but you can pass it trough with your partner besides. Thats what I feel, have you ever felt like you hate your bf/gf and fighting on phone till drop? I have. And what happened when we meet together the next day? Instead of continuing debate, it’s all gone and changed to be a big smile and warm hug. That’s what I call the power of truly love.









Tidak ada komentar:
Posting Komentar